<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<channel>
		<title>Publisher</title>
		<link>https://anak-texina.do.am/publ/</link>
		<description>Publisher</description>
		<lastBuildDate>Fri, 13 Nov 2009 10:21:16 GMT</lastBuildDate>
		<generator>uCoz Web-Service</generator>
		<atom:link href="https://anak-texina.do.am/publ/rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
		
		<item>
			<title>Dinosaurus Baru Ditemukan di Afrika</title>
			<description>&lt;div style=&quot;float: left; margin-right: 10px; width: 300px;&quot;&gt; &lt;div style=&quot;padding: 0px 0px 5px; width: 298px;&quot;&gt; &lt;div id=&quot;loadarea&quot; style=&quot;margin-bottom: 5px; width: 298px;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/12/1450033p.jpg&quot; width=&quot;298&quot; border=&quot;0&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div id=&quot;boxpoto&quot; style=&quot;color: rgb(102, 102, 102); font-family: arial; font-size-adjust: none; font-size: 9px; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; margin-bottom: 0px; text-align: right;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sains.kompas.com/read/xml/2009/11/12/14504161/dinosaurus.baru.ditemukan.di.afrika#&quot; style=&quot;color: rgb(102, 102, 102); font-family: arial; font-size-adjust: none; font-size: 9px; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; text-decoration: none;&quot;&gt;AP Photo/Denis Farrell&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id=&quot;boxtitle&quot; style=&quot;color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size-adjust: none; font-size: 11px; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; margin-bottom: 0px;&quot;&gt;Paleontolog Adam Yates , memperlihatkan fosil Aardonyx Celestae, yang ditemukan di Afrika Selatan.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;!--- video --&gt; &lt;div style=&quot;padding: 0pt;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;tanggal&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;tanggal&quot;&gt;Kamis, 12 November 2009 | 14:50 WIB&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;JOHANNESBURG, KOMPAS.com&lt;/strong&gt;
— Spesies dinosaurus yang hidup sekitar 200 juta tahun lalu ditemukan
di Afrika Selatan. Jenis yang baru diketahui ini diharapkan bisa
membantu menjelaskan bagaimana hewan-hewan tersebut berevolusi menjadi
hewan terbesar di darat.&lt;br&gt;
Spesies bernama &lt;em&gt;Aardonyx celestae&lt;/em&gt;
ini panjangnya 7 meter. Ia adalah hewan pemakan tumbuhan berkepala
kecil, tetapi memiliki rongga dada besar. Hewan ini berjalan
menggunakan kaki belakangnya, tetapi bisa juga memanfaatkan keempat
kaki untuk bergerak. Menurut para peneliti, hewan ini bisa dianggap
sebagai bagian yang hilang dalam jalur evolusi.&lt;br&gt;
&quot;Hewan ini belum pernah ditemukan sebelumnya dan ia memiliki posisi
penting dalam pohon keluarga dinosaurus,&quot; ujar paleontolog Australia,
Adam Yates.&lt;br&gt;
Spesies &lt;em&gt;Aardonyx celestae&lt;/em&gt;
ini hidup di awal periode Jurrasic. Menurut Yates, hewan yang ditemukan
di Afrika Selatan ini tingginya sekitar 1,7 meter saat berdiri, dan
beratnya mencapai 500 kilogram. Ia berumur sekitar 10 tahun saat mati,
dan diduga ia mati karena habitatnya mengalami kekeringan.&lt;br&gt;
Yang menarik, hewan ini memiliki beberapa karakteristik serupa &lt;em&gt;&lt;/em&gt;</description>
			
			<link>https://anak-texina.do.am/publ/dinosaurus_baru_ditemukan_di_afrika/1-1-0-1</link>
			<category>My articles</category><dc:creator>ridwan</dc:creator>
			<guid>https://anak-texina.do.am/publ/dinosaurus_baru_ditemukan_di_afrika/1-1-0-1</guid>
			<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 10:21:16 GMT</pubDate>
		</item>
	</channel>
</rss>